Teknologi Jepang untuk Semua Solusi Mencuci

Smart Mom Kandiana Ari Masti Tentang Pentingnya Mengajarkan Sejarah Keluarga

Posted on 14 September 2017, 04:34 AM
Smart Mom Kandiana Ari Masti Tentang Pentingnya Mengajarkan Sejarah Keluarga

Kami keluarga kecil yang tinggal bukan di kota kelahiran kami. Anak-anak kami pun lahir dan bersekolah di kota ini. Karena kesibukan rutinitas hidup seperti bekerja dan sekolah maka kesempatan untuk mudik ke kota asal saya dan suami tidak bisa sesering mungkin. Sering kali kami khawatir dengan minimnya sosialisasi anak-anak saya dengan sanak keluarga, karena jarang bertemu. Yang lebih menyedihkan lagi adalah bahwa anak-anak saya tidak sempat bertemu dengan kakek-nenek dari orangtua saya, karena mereka meninggal saat ia bayi. Sedangkan ayah dari suami sudah meninggal jauh sebelum kami menikah. Kondisi tersebut mengakibatkan minimnya memori tentang para leluhur.

Lebaran tahun 2013 adalah lebaran yang mengharukan bagi kami. Seperti biasa kami mudik ke kota kelahiran suami di Purwokerto. Seperti biasanya kami bertemu keluarga di sana dengan luapan kebahagiaan. Namun ada satu sosok yang mengganggu pandangan kami. Seorang anak lelaki berusia setahun lebih tua dari anak sulung kami nampak menunduk menyembunyikan kesedihannya. Setelah saya mencoba mendekati dan bertanya tentang hal apa yang mengganggunya ternyata ia sangat merindukan kehadiran ayahnya saat lebaran tersebut. Ayah Indra adalah kakak kandung suami saya yang meninggal karena kanker paru saat Indra berusia satu tahun.

Kejadian itulah yang kemudian menyadarkan saya dan suami bahwa ada sesuatu yang penting harus kami lakukan, yaitu berziarah. Oleh karenanya pada lebaran ke-2 kami memutuskan mengajak anak kami dan Indra untuk berziarah ke makam kakak ipar dan kakek nenek mereka sambil sepanjang jalan kami menjelaskan sejarah keluarga besar mereka yang sudah tiada. Dengan begitu mereka mulai memiliki gambaran figur atas orang tercinta yang sudah tidak berada di tengah-tengah keluarga besar kami sekarang.

Satu hikmah lainnya adalah Indra tidak lagi merasa begitu tenggelam dalam kesedihan dan mulai menerima kondisinya sekarang. Ia memahami bahwa sikap terbaik untuk menghadapi kehilangan orang yang kita cintai adalah dengan mengenang kebaikannya dan mendoakannya agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Prev Post

Pengalaman Unik Smart Mom Hidayatul Rahmah Memanen Buang Nangka

Next Post

Tips Membangun Perpustakaan Mini Dari Smart Mom Lubena Ali

SHARE TO